Perginya kau,maka hilanglah satu nikmat dunia bagi anakmu.
Tiada lagi doa yang kau utuskan untuk kami.
Tiba sudah giliran kami mengutus doa untukmu.
Doa agar kau bahagia di tempat baru.
Doa agar segala urusanmu dipermudahkan.
Ibu,
Saat itu masih berlegar-legar diruang minda.
Saat kau peluk.
Saat kau usap lembut wajah anak-anak.
Saat kau tersenyum kala kami mengacah.
Saat kau ketawa bila lihat kami pulang ke rumah.
Ibu,
Dulu tak pernah sekali kau berhenti memberi semangat.
Setiap kali ujian,exam,interview,presentation,akan aku dengar suaramu memberi dorongan.
Itulah tugaas ibu.
Sekarang,abah ambil alih tugas itu.
Tapi masih tak sama.
Betapa aku rindu semua itu.
Betapa aku rindu kehadiranmu,ibu.....
Setiap kali rindu itu menjengah,
Setiap kali rindu itu menjengah,
Hati tak tertahan untuk seka airmata itu jatuh.
Bukan aku tak redha,Tuhan...
Cuma aku terlalu rindu..
No comments:
Post a Comment